Lewat "Kampus Mengajar", UPI Berupaya Tingkatkan Pemerataan Kualitas Pendidikan

Kompas.com - 15/10/2021, 10:30 WIB
Dwi NH,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

Seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat mempratikan program Kampus Mengajar dengan menjadi guru.DOK. Humas UPI Seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat mempratikan program Kampus Mengajar dengan menjadi guru.

KOMPAS.com – Direktur Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Asep Supriatna menjelaskan bahwa programKampus Mengajar” bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa, terutama yang berminat dalam bidang pendidikan untuk turut serta mengajar dan memperdalam ilmunya.

“Lewat program Kampus Mengajar, kami dapat membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan lewat mahasiswa dengan cara menjadi guru,” imbuhnya seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (14/10/2021).

Tak hanya itu, kata Asep, program Kampus Mengajar dapat menguatkan relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi serta perkembangan zaman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program Kampus Mengajar, pihaknya turut melewati beberapa mekanisme.

Baca juga: 22.000 Mahasiswa Siap Mengabdi di Kampus Mengajar Angkatan 2

Adapun mekanisme pelaksanaan program Kampus Mengajar yaitu menyusun dokumen kerja sama dengan mitra satuan pendidikan, izin dari dinas pendidikan, menyusun program bersama satuan pendidikan setempat, dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti program mengajar di satuan pendidikan.

”Selain itu kami juga menugaskan dosen pembimbing untuk melakukan pendampingan, pelatihan, monitoring, serta evaluasi terhadap kegiatan mengajar di satuan pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa,” ujar Asep.

Untuk diketahui, Kampus Mengajar merupakan program Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Program Kampus Mengajar diikuti oleh para mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UPI.

Baca juga: 166 Mahasiswa UPI Ikuti Program Magang Bersertifikat di 38 Perusahaan dan Lembaga

Pada gelombang pertama yang dilaksanakan Mei 2021, sebanyak 661 mahasiswa UPI berhasil meraih prestasi sebagai peserta program Kampus Mengajar.

Sementara itu, pada gelombang kedua Agustus 2021 kuota prestasi mahasiswa UPI sebagai peserta program Kampus Mengajar bertambah menjadi 994 orang.

Merujuk panduan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Direktorat Pendidikan UPI berperan sebagai tim koordinasi program Kampus Mengajar.

Sebagai peserta program Kampus Mengajar, para mahasiswa juga diharuskan mengikuti pengajaran di satuan pendidikan di Indonesia pada jenjang sekolah dasar, menengah, maupun atas.

Baca juga: Cerita Mahasiswa Ikut Program Kampus Mengajar Kemendikbud Ristek

Manfaat program Kampus Mengajar

Pada kesempatan yang sama, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis sekaligus salah satu peserta program Rieke Pitaloka mengatakan, program Kampus Mengajar memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan belajar dan mengajar.

“Program Kampus Mengajar juga meningkatkan kemampuan dalam memahami materi pembelajaran, serta penguasaan program literasi dan numerasi bagi siswa,” ujarnya.

Untuk mengikuti program tersebut, Rieke menjelaskan, para mahasiswa harus melalui dua tahapan, yakni seleksi administrasi dan seleksi tentang pemahaman kebhinekaan.

Baca juga: Bukan Museum Biasa, Museum Anak Bajang Tempat Berbagi Pengetahuan dan Simbol Kebhinekaan

Setelah melewati dua tahapan, mahasiswa dapat menunggu hasil pengumuman melalui laman resmi MBKM.

“Apabila lolos seleksi, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi dengan dinas pendidikan, pihak sekolah, dosen dan peserta secara online. Ini termasuk pelaksanaan pembelajaran dalam bidang literasi dan numerasi di sekolah yang dilakukan lewat daring,” ujar Rieke.

Selain mengajarkan literasi dan numerasi, ia menyampaikan, para mahasiswa juga membantu sekolah menyusun administrasi, mengembangkan teknologi dalam pembelajaran di sekolah, in house training media pembelajaran serta membantu untuk mengoperasi Learning Management System (LMS) sekolah.

Rieke mengaku, selama pelaksanaan program Kampus Mengajar, ia mendapatkan kemudahan dari pihak dinas pendidikzn serta sekolah. Utamanya dalam menyukseskan program ini dan pelaksanaan pembelajaran.

Baca juga: Kampus Mengajar, Satu Mahasiswa Undip Bertemu Jokowi dan Nadiem

Terkait kiat khusus, ia mengungkapkan, para mahasiswa hanya harus beradaptasi dalam pembelajaran di masa new normal diimbangi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Dengan program Kampus Mengajar, kami bisa mendapat beberapa manfaat dalam memahami dan mengenal lingkungan sekolah secara nyata. Terlebih menjadi seorang guru tidak mudah dan perlu berbagai hal untuk disiapkan,” imbuh Rieke.

 

Terkini Lainnya
UPI Berperan Aktif Sukseskan Program-program Kemendikbud Ristek
UPI Berperan Aktif Sukseskan Program-program Kemendikbud Ristek
Univ Pendidikan Indonesia
Melalui Program Mahasiswa Merdeka, Mahasiswa UPI Belajar Pentingnya Kebinekaan
Melalui Program Mahasiswa Merdeka, Mahasiswa UPI Belajar Pentingnya Kebinekaan
Univ Pendidikan Indonesia
UPI Luncurkan Smart Management System untuk Dukung Digital Learning Culture Mahasiswa
UPI Luncurkan Smart Management System untuk Dukung Digital Learning Culture Mahasiswa
Univ Pendidikan Indonesia
3 Guru Besar UPI Sampaikan Pidato Kehormatan, Bahas Strategi Otonomi Belajar Bahasa hingga Kesehatan Mental Remaja
3 Guru Besar UPI Sampaikan Pidato Kehormatan, Bahas Strategi Otonomi Belajar Bahasa hingga Kesehatan Mental Remaja
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI: Perlu Ada Pembagian Urusan Pendidikan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Guru Besar UPI: Perlu Ada Pembagian Urusan Pendidikan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Univ Pendidikan Indonesia
Jadi Ketum PB ISPI 2022-2027, Rektor UPI: Semoga Bisa Berkontribusi untuk Pendidikan di Indonesia
Jadi Ketum PB ISPI 2022-2027, Rektor UPI: Semoga Bisa Berkontribusi untuk Pendidikan di Indonesia
Univ Pendidikan Indonesia
Rektor UPI Sebut Sarjana Harus Punya Kompetensi Dasar dan Terapan yang Dibutuhkan Lapangan Kerja
Rektor UPI Sebut Sarjana Harus Punya Kompetensi Dasar dan Terapan yang Dibutuhkan Lapangan Kerja
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Jelaskan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap MSDM Perusahaan
Guru Besar UPI Jelaskan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap MSDM Perusahaan
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Komponen Penting untuk Implementasikan Pendidikan Manajemen
Guru Besar UPI Paparkan 3 Komponen Penting untuk Implementasikan Pendidikan Manajemen
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Jelaskan Pentingnya Strategi Pemasaran Digital untuk Kenali Kebutuhan Pelanggan
Guru Besar UPI Jelaskan Pentingnya Strategi Pemasaran Digital untuk Kenali Kebutuhan Pelanggan
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Sampaikan 5 Pilar Fondasi Pendidikan Matematika yang Baik
Guru Besar UPI Sampaikan 5 Pilar Fondasi Pendidikan Matematika yang Baik
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Minta Kurikulum Pendidikan Manajemen Perkantoran Tekankan “Literacy Skills”
Guru Besar UPI Minta Kurikulum Pendidikan Manajemen Perkantoran Tekankan “Literacy Skills”
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Solusi Pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Solusi Pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI: Keterlibatan Perempuan dalam Olahraga Masih Terganjal Persepsi Masyarakat
Guru Besar UPI: Keterlibatan Perempuan dalam Olahraga Masih Terganjal Persepsi Masyarakat
Univ Pendidikan Indonesia
Lewat
Lewat "Kampus Mengajar", UPI Berupaya Tingkatkan Pemerataan Kualitas Pendidikan
Univ Pendidikan Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke