Rektor UPI Sebut Sarjana Harus Punya Kompetensi Dasar dan Terapan yang Dibutuhkan Lapangan Kerja

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Rabu, 22 Juni 2022
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat menggelar musyawarah nasional (Munas) Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) VIII Tahun 2022 bersama ISPI di UPI, mulai dari Selasa (14/6/2022) hingga Kamis (16/6/2022).
DOK. Humas UPI Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat menggelar musyawarah nasional (Munas) Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) VIII Tahun 2022 bersama ISPI di UPI, mulai dari Selasa (14/6/2022) hingga Kamis (16/6/2022).

KOMPAS.com - Rektor Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI) M Solehuddin mengatakan, lulusan sarjana harus memiliki kompetensi dasar dan terapan yang benar-benar dibutuhkan lapangan kerja.

Sebab, kata dia, perubahan teknologi yang eksponensial akan diikuti oleh munculnya berbagai jenis pekerjaan baru dengan tuntutan kompetensi yang juga baru.

“Oleh karena itu bagi seorang sarjana, kemampuan belajar sepanjang hayat atau lifelong learning adalah sebuah keniscayaan,” ujar Solehuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/6/2022).

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menggelar musyawarah nasional ( Munas) Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) VIII Tahun 2022 bersama ISPI di UPI, mulai dari Selasa (14/6/2022) hingga Kamis (16/6/2022).

Dengan mengangkat tema “Peran Ilmu Pendidikan dan Profesi Pendidik dalam Pembangunan Nasional”, penyelenggaraan Munas IPSI VIII 2022 mengundang para pembicara serta pakar pendidikan, baik dari lingkungan ISPI maupun luar.

Baca juga: Menko Muhadjir Resmi Buka Temu Nasional Forum Ilmu Pendidikan

Selaku Ketua Pelaksana Munas, Solehuddin mengungkapkan dunia pendidikan saat ini tengah memasuki paradigma baru, yaitu memberikan kebebasan, kepercayaan, dan otonomi kepada setiap institusi pendidikan.

Pernyataan yang dikutip dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) itu, kata dia, diarahkan agar lulusan memiliki seperangkat kompetensi yang menjadi dasar untuk bertindak, mencapai kesuksesan, dan berkarakter.

“Kebijakan ini akan membuat kesempatan luas bagi perguruan tinggi (PT) untuk mengambil manfaat dari kebebasan, kepercayaan, dan otonomi yang dimiliki,” jelas Solehuddin.

Adapun manfaat dari kebebasan hingga otonomi itu bertujuan untuk mencapai keunggulan secara nasional dan internasional.

Solehuddin mengatakan, perguruan tinggi ke depannya harus mampu berinovasi dalam aspek kebijakan, pengelolaan, pembelajaran, asesmen hingga penempatan lulusan.

Baca juga: Lewat Usaha Toko Kelontong, Dadan Subandi Bisa Sekolahkan Anaknya hingga ke Perguruan Tinggi

“Sehingga lulusan PT kompeten di bidangnya akan sukses dalam karier dan pekerjaan, serta berkarakter dalam perilaku keseharian mereka,” ucapnya.

Wujud komitmen pembangunan pendidikan

Pada kesempatan tersebut, Solehuddin mengatakan bahwa ISPI senantiasa memiliki kegelisahan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan akan kehidupan bangsa yang cerdas sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Untuk diketahui, ISPI merupakan salah satu organisasi kesarjanaan dari seluruh Indonesia yang berkomitmen terhadap pembangunan pendidikan.

“Untuk itu, kami sangat berharap bahwa ISPI menjadi bagian penting yang terlibat dalam berbagai pemecahan atas persoalan-persoalan pendidikan di negeri ini,” ujar Solehuddin.

Melalui rangkaian kegiatan munas, lanjut dia, ISPI ingin menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk pembangunan pendidikan nasional secara profesional.

Baca juga: Tunggu JORR 2, ISPI Rencanakan Area Komersial 15 Hektar

Solehuddin berhadap, pendidikan nasional lebih terarah serta berhasil dan berdaya guna melalui pengembangan dan penerapan ilmu pendidikan untuk kemajuan dan kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terkait acara ISPI, ia menjelaskan, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pihaknya.

"Kegiatan tersebut, di antaranya seminar pendidikan nasional, munas, Peluncuran Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK), Peluncuran Konsorsium Pendidikan Indonesia (KoPI) serta penyampaian rekomendasi ISPI untuk pembangunan sistem pendidikan nasional," jelas Solehuddin.

Baca juga: ISPI Luncurkan Rumah Rp 275 Juta di Bekasi

Tingkatkan partisipasi pendidikan masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Ketua ISPI Sunaryo Kartadinata menjelaskan, pembangunan pendidikan secara kuantitatif signifikan telah mampu meningkatkan partisipasi pendidikan masyarakat.

“Peningkatan tersebut dapat diindikasikan dari meningkatnya partisipasi pendidikan masyarakat,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan itu.

Peningkatan tersebut, lanjut dia, dihitung berdasarkan angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pada seluruh jenjang pendidikan) dan meningkatnya rata-rata lama sekolah (RLS).

Meski partisipasi pendidikan tinggi, Sunaryo menyadari bahwa lulusan jenjang pendidikan dikatakan belum mampu sepenuhnya menjawab tantangan dan persoalan yang terjadi di masyarakat. Hal ini juga seiring dengan tantangan yang dihadapi.

"Selain perubahan yang sangat cepat terjadi pada masyarakat, dukungan sistem dan layanan pendidikan di satuan pendidikan juga belum mampu membawa dunia nyata ke dalam proses pendidikan," ujarnya.

Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Masjid sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi dan Pendidikan

Menurut Sunaryo, pendidikan abad ke-21 merupakan isu krusial, sehingga formulanya akan terus dikaji dan dicari.

Fase perkembangan revolusi industri 4.0, sebut dia, telah banyak mengubah wajah dan pola kehidupan manusia.

“Penggunaan dan pemanfaatan internet of things (IoT), big data, cloud computing, dan cognitive computing, telah memberikan efek terhadap kehidupan ekonomi, sosial, politik, bahkan pendidikan,” ucap Sunaryo.

Demikian pula, imbuh dia, lahirnya konsep society 5.0 yang menegaskan bahwa keberadaan teknologi sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan martabat manusia.

Menurut Sunaryo, munculnya konsep tersebut dapat berimplikasi terhadap model relasi antar individu, kelompok, bangsa, dan negara.

Baca juga: Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

“Di sinilah peran pendidikan untuk menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi sekaligus menjadi kreator masa depan yang lebih baik,” jelas Sunaryo.

Mengutip hasil publikasi United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) tentang blueprint pendidikan, yang dibutuhkan untuk abad ke-21 berfokus pada penghormatan terhadap kehidupan dan martabat manusia, keadilan sosial, dan tanggung jawab bersama untuk masa depan yang berkelanjutan.

Sunaryo mengungkapkan, blueprint adalah jabaran dari pemikiran Delors (1996) tentang empat pilar pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be.

Baca juga: Pembelajaran Daring dan Biaya Jadi Tantangan Pendidikan Tinggi Pascapandemi

Tantangan pendidikan terus berkembang

Dalam kesempatan tersebut, Sunaryo mengungkapkan bahwa tantangan pendidikan setiap hari akan terus berkembang.

“Mulai awal 2020 kita dihadapkan pada suatu tantangan pendidikan, di mana tersebarnya virus Covid-19,” ucapnya.

Keberadaan pandemi tersebut, lanjut Sunaryo, telah mengubah proses pendidikan yang sebelumnya dilaksanakan secara dengan prioritas tatap muka (luring) menjadi prioritas tatap maya (daring).

Ia mengatakan, banyak persoalan yang ditemukan selama proses belajar daring.

Apaun persoalan itu, mulai dari kesiapan guru, kemampuan guru dalam memanfaatkan media, partisipasi siswa, kualitas pembelajaran, model asesmen, dan capaian kompetensi siswa.

Baca juga: Dibuka sejak 2014, SMK Gratis untuk Siswa dari Keluarga Tidak Mampu di Jateng Terbaik Nasional

“Merespon berbagai fenomena dan tantangan, ISPI sebagai organisasi yang berkontribusi terhadap keberlangsungan pendidikan sudah saatnya melahirkan gagasan-gagasan untuk melakukan pembaharuan pendidikan,” ujar Sunaryo.

Pembaharuan pendidikan yang dimaksud adalah kebijakan pendidikan, teori, sampai pada praksis pendidikan.

Terakhir, Sunaryo mengatakan bahwa pertemuan rutin lima tahunan dalam bentuk munas bukan saja membenahi organisasi secara internal.

“Akan tetapi diharapkan menghasilkan pikiran-pikiran alternatif untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” jelasnya.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Guru Besar UPI: Perlu Ada Pembagian Urusan Pendidikan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Guru Besar UPI: Perlu Ada Pembagian Urusan Pendidikan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Univ Pendidikan Indonesia
Jadi Ketum PB ISPI 2022-2027, Rektor UPI: Semoga Bisa Berkontribusi untuk Pendidikan di Indonesia
Jadi Ketum PB ISPI 2022-2027, Rektor UPI: Semoga Bisa Berkontribusi untuk Pendidikan di Indonesia
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Jelaskan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap MSDM Perusahaan
Guru Besar UPI Jelaskan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap MSDM Perusahaan
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Komponen Penting untuk Implementasikan Pendidikan Manajemen
Guru Besar UPI Paparkan 3 Komponen Penting untuk Implementasikan Pendidikan Manajemen
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Jelaskan Pentingnya Strategi Pemasaran Digital untuk Kenali Kebutuhan Pelanggan
Guru Besar UPI Jelaskan Pentingnya Strategi Pemasaran Digital untuk Kenali Kebutuhan Pelanggan
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Sampaikan 5 Pilar Fondasi Pendidikan Matematika yang Baik
Guru Besar UPI Sampaikan 5 Pilar Fondasi Pendidikan Matematika yang Baik
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Minta Kurikulum Pendidikan Manajemen Perkantoran Tekankan “Literacy Skills”
Guru Besar UPI Minta Kurikulum Pendidikan Manajemen Perkantoran Tekankan “Literacy Skills”
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Solusi Pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Solusi Pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI: Keterlibatan Perempuan dalam Olahraga Masih Terganjal Persepsi Masyarakat
Guru Besar UPI: Keterlibatan Perempuan dalam Olahraga Masih Terganjal Persepsi Masyarakat
Univ Pendidikan Indonesia
Lewat
Lewat "Kampus Mengajar", UPI Berupaya Tingkatkan Pemerataan Kualitas Pendidikan
Univ Pendidikan Indonesia
Pandemi Covid-19 Belum Usai, UPI Gelar KKN Tematik Secara Daring
Pandemi Covid-19 Belum Usai, UPI Gelar KKN Tematik Secara Daring
Univ Pendidikan Indonesia
166 Mahasiswa UPI Ikuti Program Magang Bersertifikat di 38 Perusahaan dan Lembaga
166 Mahasiswa UPI Ikuti Program Magang Bersertifikat di 38 Perusahaan dan Lembaga
Univ Pendidikan Indonesia
Lolos Seleksi IISMA, 19 Mahasiswa UPI Akan Kuliah di 16 Universitas di 12 Negara Berbeda
Lolos Seleksi IISMA, 19 Mahasiswa UPI Akan Kuliah di 16 Universitas di 12 Negara Berbeda
Univ Pendidikan Indonesia
Dua Tim Mahasiswa UPI Raih Juara 2 Nasional KMBK 2021
Dua Tim Mahasiswa UPI Raih Juara 2 Nasional KMBK 2021
Univ Pendidikan Indonesia