Guru Besar UPI Paparkan 3 Komponen Penting untuk Implementasikan Pendidikan Manajemen

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Minggu, 29 Mei 2022
Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam Bidang Ilmu Pendidikan Manajemen pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Prof. Dr. Dra. Nani Sutarni, M.Pd.DOK. Humas UPI Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam Bidang Ilmu Pendidikan Manajemen pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Prof. Dr. Dra. Nani Sutarni, M.Pd.

KOMPAS.com - Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI) dalam Bidang Ilmu Pendidikan Manajemen pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Nani Sutarni memaparkan tiga komponen pengetahuan yang harus dimiliki dosen dalam melaksanakan pendidikan manajemen.

“Pertama, content knowledge (CK) merupakan pengetahuan dosen terkait dengan bidang studinya,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/5/2022).

Untuk pendidikan manajemen, lanjut Nani, setidaknya beberapa disiplin ilmu manajemen perlu dikuasai.

Adapun disiplin ilmu manajemen yang harus dikuasai, antara lain manajemen sumber daya manusia (SDM), manajemen operasi, manajemen pemasaran, manajemen perkantoran, manajemen strategis, manajemen mutu, manajemen perubahan, serta sistem informasi dan komunikasi.

 Baca juga: 6 Industri Siap Dukung Pendidikan Vokasi untuk Lahirkan SDM Unggul

Pernyataan tersebut Nani sampaikan saat menyampaikan pidato tentang “Arah Pendidikan Manajemen Abad 21” dalam acara pengukuhannya secara resmi oleh Rektor UPI di Kampus UPI pada Kamis, (19/5/2022).

Komponen kedua, kata dia, yaitu pedagogical knowledge (PK) atau pengetahuan tentang teori dan praktik belajar mengajar. Pengetahuan ini mencakup pemahaman peserta didik, tujuan, strategi dan metode pembelajaran, serta penilaian.

“Dengan komponen PK, dosen diharapkan dapat memahami secara mendalam tentang bagaimana mahasiswa memahami dan mengkonstruksi pengetahuan, sikap, dan keterampilan,” ucap Nani.

Ketiga, lanjut dia, technological knowledge (TK) adalah dasar-dasar teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran.

 Baca juga: Dukung Kampus Merdeka, UT Optimalkan Rekognisi Pembelajaran Lampau

Dasar teknologi tersebut di antaranya pemanfaatan software, program animasi, internet akses, laboratorium virtual.

Untuk itu, imbuh Nani, dosen harus memahami, menguasai pemrosesan informasi, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.

Ia menjelaskan technological pedagogical and content knowledge (TPACK) merupakan suatu rangkaian sistemis dalam pembelajaran, di mana kemampuan penguasaan teknologi terintegrasi dengan komponen-komponen penyusun substansi (content), pedagogik (P), dan pengetahuan teknologi (TK).

“TPACK mensyaratkan terjadinya multi interaksi antar komponen itu yakni materi pelajaran, pedagogi dan teknologi bersinergi dalam perwujudan pendidikan manajemen abad 21,” ucap Nani.

Baca juga: Pengertian Manajemen Talenta dan Tujuannya

Menurutnya, dosen memegang peran penting dalam mengarahkan keterampilan mahasiswa agar tidak “tersesat” dalam arus informasi yang tidak penting. Mahasiswa diharapkan dapat melakukan filter atas sejumlah informasi yang tidak berfaedah.

Pasalnya, dinamika kehidupan saat ini dan masa depan sangat kompleks dan lebih menantang. Apalagi teknologi berkembang sangat cepat. Hal ini berdampak pada munculnya bulk of deceitful information atau sejumlah informasi yang menyesatkan.

Pendidikan manajemen berkembang pesat

Seiring dengan perkembangan teknologi, Nani mengungkapkan bahwa pendidikan manajemen telah mengalami perkembangan pesat selama lebih dari satu abad.

“Pendidikan manajemen merupakan bidang kajian yang semakin masif dan populer, sehingga hampir semua pendidikan tinggi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia menyelenggarakan pendidikan manajemen,” ucapnya.

Baca juga: Manajemen Bisnis: Pengertian, dan Fungsi

Menurut Nani, manajemen adalah hal penting karena berkaitan dengan kontribusi dalam membantu organisasi dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Dengan penerapan manajemen yang benar, ia meyakini, berbagai sumber daya organisasi dapat dikelola sesuai kebutuhan.

“Manajemen yang baik dapat menjadi solusi atas perubahan lingkungan eksternal, internal , sehingga organisasi dapat terus beradaptasi dan berkembang sesuai perubahan zaman,” jelas Nani.

Manajemen yang baik, lanjut dia, akan membuat tugas yang sulit menjadi lebih mudah.

Baca juga: Peran Lembaga Sosial Keluarga dan Fungsinya 

Nani menjelaskan bahwa pencapaian manajemen yang baik tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan manajemen.

“Pendidikan manajemen adalah proses mempersiapkan SDM agar dapat memecahkan masalah manajemen dalam organisasi, baik pada masa kini maupun masa mendatang,” imbuhnya.

Nani menyampaikan bahwa pendidikan manajemen abad 21 diarahkan pada penguasaan 21st century skills.

Keterampilan tersebut, kata dia, dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu learning skills, literacy skills, dan life skills (3L).

Baca juga: Agar Makin Pede Setelah Lulus, Undip Beri Pelatihan Soft Skills

“Pertama, learning skills, berkaitan dengan pembelajaran mahasiswa. Utamanya mengenai proses mental yang diperlukan untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan masyarakat modern,” ujar Nani.

Keterampilan learning skills, lanjut dia, terdiri atas critical thinking creativity atau kreativitas berpikir kritis, collaboration atau kolaborasi, dan communication atau komunikasi.

Kedua, yaitu literacy skills. Keterampilan ini fokus pada cara mahasiswa agar dapat membedakan fakta, data, dan teknologi pendukungnya.

“Sehingga peserta didik dapat menentukan sumber yang dapat dipercaya sehingga mereka bisa membedakan informasi faktual dengan informasi hoaks atau palsu di dunia maya,” ucap Nani.

Baca juga: 23 Berita Hoax Seputar Covid-19 dan Penjelasan Pakar Pulmonologi UGM

Adapun keterampilan tersebut, imbuh dia, terdiri atas information literacy, media literacy, dan technology literacy.

Ketiga adalah life skills, yaitu keterampilan melihat pada elemen-elemen tak berwujud atau intangible elements dari kehidupan sehari-hari mahasiswa dengan fokus pada kualitas pribadi dan profesional.

“Keterampilan ini terdiri atas flexibility, leadership, initiative, productivity, dan social skills,” jelas Nani .

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Guru Besar UPI: Perlu Ada Pembagian Urusan Pendidikan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Guru Besar UPI: Perlu Ada Pembagian Urusan Pendidikan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Univ Pendidikan Indonesia
Jadi Ketum PB ISPI 2022-2027, Rektor UPI: Semoga Bisa Berkontribusi untuk Pendidikan di Indonesia
Jadi Ketum PB ISPI 2022-2027, Rektor UPI: Semoga Bisa Berkontribusi untuk Pendidikan di Indonesia
Univ Pendidikan Indonesia
Rektor UPI Sebut Sarjana Harus Punya Kompetensi Dasar dan Terapan yang Dibutuhkan Lapangan Kerja
Rektor UPI Sebut Sarjana Harus Punya Kompetensi Dasar dan Terapan yang Dibutuhkan Lapangan Kerja
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Jelaskan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap MSDM Perusahaan
Guru Besar UPI Jelaskan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap MSDM Perusahaan
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Jelaskan Pentingnya Strategi Pemasaran Digital untuk Kenali Kebutuhan Pelanggan
Guru Besar UPI Jelaskan Pentingnya Strategi Pemasaran Digital untuk Kenali Kebutuhan Pelanggan
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Sampaikan 5 Pilar Fondasi Pendidikan Matematika yang Baik
Guru Besar UPI Sampaikan 5 Pilar Fondasi Pendidikan Matematika yang Baik
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Minta Kurikulum Pendidikan Manajemen Perkantoran Tekankan “Literacy Skills”
Guru Besar UPI Minta Kurikulum Pendidikan Manajemen Perkantoran Tekankan “Literacy Skills”
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Solusi Pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia
Guru Besar UPI Paparkan 3 Solusi Pembelajaran Bahasa Jepang di Indonesia
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI: Keterlibatan Perempuan dalam Olahraga Masih Terganjal Persepsi Masyarakat
Guru Besar UPI: Keterlibatan Perempuan dalam Olahraga Masih Terganjal Persepsi Masyarakat
Univ Pendidikan Indonesia
Lewat
Lewat "Kampus Mengajar", UPI Berupaya Tingkatkan Pemerataan Kualitas Pendidikan
Univ Pendidikan Indonesia
Pandemi Covid-19 Belum Usai, UPI Gelar KKN Tematik Secara Daring
Pandemi Covid-19 Belum Usai, UPI Gelar KKN Tematik Secara Daring
Univ Pendidikan Indonesia
166 Mahasiswa UPI Ikuti Program Magang Bersertifikat di 38 Perusahaan dan Lembaga
166 Mahasiswa UPI Ikuti Program Magang Bersertifikat di 38 Perusahaan dan Lembaga
Univ Pendidikan Indonesia
Lolos Seleksi IISMA, 19 Mahasiswa UPI Akan Kuliah di 16 Universitas di 12 Negara Berbeda
Lolos Seleksi IISMA, 19 Mahasiswa UPI Akan Kuliah di 16 Universitas di 12 Negara Berbeda
Univ Pendidikan Indonesia
Dua Tim Mahasiswa UPI Raih Juara 2 Nasional KMBK 2021
Dua Tim Mahasiswa UPI Raih Juara 2 Nasional KMBK 2021
Univ Pendidikan Indonesia