Guru Besar UPI Tegaskan Mahasiswa Perlu Hijrah dari Job Seeker ke Job Creator

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Rabu, 9 Juni 2021
Potret Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Hj. B Lena Nuryanti Sastradinata M. Pd DOK. Humas Universitas Pendidikan Indonesia Potret Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Hj. B Lena Nuryanti Sastradinata M. Pd

KOMPAS.com – Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Hj. B Lena Nuryanti Sastradinata M. Pd mengatakan, mahasiswa perlu diarahkan untuk hijrah kolosal dari mindset job seeker menuju job creator.

“Mahasiswa diarahkan pada pengerjaan tugas bertahap yang telah dirancang oleh dosen, kemudian disadari atau tidak oleh mahasiswa bagaikan treatment brain washing, itulah kenyataannya hijrah kolosal mahasiswa,” tulisnya dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com pada Rabu (9/6/2021).

Menurut Lena, hal tersebut dapat terjadi secara evolusi dalam 16 kali pertemuan pembelajaran.

“Pada akhirnya, mereka telah memiliki usaha online masing-masing yang semuanya memanfaatkan platform digital,” ujar Lena.

Baca juga: Guru Besar UPI Jelaskan Peran Kebijakan dan Olahraga dalam Pembangunan

Lebih lanjut, ia mengatakan, proses pembelajaran lebih menitik beratkan pada bagaimana suatu pembelajaran didesain agar mampu membangun karakter wirausaha yang dilandasi kreativitas dan inovasi.

Lena mengatakan, karakter wirausaha perlu memanfaatkan teknologi dengan dilandasi karakter Jujur, Etis, Mandiri, Peduli, Optimis, dan Luwes (JEMPOL), sehingga akan menghasilkan wirausahawan baru yang tangguh.

“Terdapat hubungan yang saling keterkaitan antara kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi kreatif,” kata Lena.

Penyesuaian arah pembelajaran interaktif berbasis digital, menurut Lena, menjadi adaptasi baru dalam dunia pendidikan.

Baca juga: Guru Besar UPI: Perguruan Tinggi Harus Berani Ubah Pendidikan Kewirausahaan Jadi Digitalpreneur

“Seperti platform media sosial, WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan platform digital lain yang juga memanfaatkan AdSense, di mana iklan online memegang peranan penting,” ujarnya.

Selain lebih murah daripada iklan offline, menurut Lena, iklan online juga lebih proporsional karena terfokus pada sasaran konsumen yang lebih tepat.

“Misal sesuai usia, jenis kelamin, hobi, gaya hidup, penyakit yang diidap, dan masih banyak dimensi yang dapat dikembangkan. Wilayah cakupan iklan bisa merambah kepada konsumen di seluruh dunia,” katanya.

Lena menjelaskan, kewirausahaan dan ekonomi kreatif memiliki benang merah, yaitu konsep kreativitas, ide atau gagasan, dan inovasi.

Baca juga: Meningkat Pesat, Peserta UTBK SBMPTN 2021 di UPI Naik 94,39 Persen

“Dengan bermunculannya wirausaha-wirausaha baru mahasiswa sebelum lulus sebagai hasil strategi pembelajaran kewirausahaan, maka antar mereka juga telah membangun komunitas dan membuat website sendiri, untuk kebersamaan dan berjalannya keberlanjutan usaha,” paparnya.

Ia mengatakan, bagi perguruan tinggi, khususnya UPI, era revolusi industri 4.0 menjadi sebuah momentum dalam mewujudkan pendidikan yang cerdas, melalui peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perluasan akses, dan relevansi dalam mewujudkan kelas dunia.

“Untuk mendorong agar tidak terjadi lagi penambahan pengangguran terdidik maka peran pendidikan sangatlah penting di dalam memberikan solusi penanggulangan labor market outcomes,” kata Lena.

Lena menjelaskan, harus ada revitalisasi dalam pelaksanaan sistem pembelajaran, sehingga perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang siap bekerja bahkan telah menciptakan pekerjaan sejak mengikuti perkuliahan.

Baca juga: UPI Buka Jalur Mandiri dan Prestasi Istimewa, Simak Informasinya

Menurutnya, revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang ditandai dengan disrupsi teknologi memiliki implikasi yang signifikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

“Keberadaan lembaga pendidikan tinggi akan tetap dibutuhkan, terutama oleh masyarakat yang masih berharap bahwa perguruan tinggi merupakan fungsi dari Tridarmanya itu sendiri,” ujarnya.

Lena mengatakan, keprihatinan masyarakat akan suramnya dunia kerja harus diimbangi dengan upaya para pendidik untuk peduli dan menanamkan kecerdasan kepada mahasiswa, agar mampu bangkit dari keterpurukan.

“Dengan demikian, profesi pendidikan dan keguruan yang mempertahankan adanya hubungan interaktif dengan kesetaraan yang beretika akan tetap eksis sampai anak cucu dan cicit generasi Alpha di beberapa dekade mendatang,” tutur Lena.

Baca juga: Turnamen E-sports Liga Mahasiswa, Tim UPI-1 Terbaik di Jabar

Kendati teknologi mengalami revolusi, Lena mengingatkan, manusia tetaplah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya, terutama dengan Tuhannya, demi keselamatan di alam keabadian kelak.

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Tingkatkan Capaian Guru Besar, Rektor UPI: Setiap Dosen Punya Kesempatan
Tingkatkan Capaian Guru Besar, Rektor UPI: Setiap Dosen Punya Kesempatan
Univ Pendidikan Indonesia
Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Layanan BK, Guru Besar UPI Rekomendasikan 2 Hal
Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Layanan BK, Guru Besar UPI Rekomendasikan 2 Hal
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI: Pengembangan Sektor Telekomunikasi Prospeknya Bagus
Guru Besar UPI: Pengembangan Sektor Telekomunikasi Prospeknya Bagus
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Ini Paparkan Model Komunikasi Efektif agar Anak Berpikir Kreatif
Guru Besar UPI Ini Paparkan Model Komunikasi Efektif agar Anak Berpikir Kreatif
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Tegaskan Mahasiswa Perlu Hijrah dari Job Seeker ke Job Creator
Guru Besar UPI Tegaskan Mahasiswa Perlu Hijrah dari Job Seeker ke Job Creator
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI Jelaskan Peran Kebijakan dan Olahraga dalam Pembangunan
Guru Besar UPI Jelaskan Peran Kebijakan dan Olahraga dalam Pembangunan
Univ Pendidikan Indonesia
Kajian Linguistik Forensik Bantu Kawal Demokratisasi di Ruang Digital
Kajian Linguistik Forensik Bantu Kawal Demokratisasi di Ruang Digital
Univ Pendidikan Indonesia
Guru Besar UPI: Perguruan Tinggi Harus Berani Ubah Pendidikan Kewirausahaan Jadi Digitalpreneur
Guru Besar UPI: Perguruan Tinggi Harus Berani Ubah Pendidikan Kewirausahaan Jadi Digitalpreneur
Univ Pendidikan Indonesia
Meningkat Pesat, Peserta UTBK SBMPTN 2021 di UPI Naik 94,39 Persen
Meningkat Pesat, Peserta UTBK SBMPTN 2021 di UPI Naik 94,39 Persen
Univ Pendidikan Indonesia
Soal Peta Jalan Pendidikan Indonesia, Rektor UPI: Sangat Urgen, tapi Harus Komprehensif
Soal Peta Jalan Pendidikan Indonesia, Rektor UPI: Sangat Urgen, tapi Harus Komprehensif
Univ Pendidikan Indonesia
Pembelajaran Berkualitas Dibutuhkan untuk Bangun Kompetensi dan Keterampilan Abad 21
Pembelajaran Berkualitas Dibutuhkan untuk Bangun Kompetensi dan Keterampilan Abad 21
Univ Pendidikan Indonesia
Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dengan Pembelajaran Berbasis Bimbingan
Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dengan Pembelajaran Berbasis Bimbingan
Univ Pendidikan Indonesia
Dies Natalis UPI ke-66 : UPI Lebih Berprestasi dan Berinovasi di Masa Pandemi
Dies Natalis UPI ke-66 : UPI Lebih Berprestasi dan Berinovasi di Masa Pandemi
Univ Pendidikan Indonesia
Wisudawan UPI Gelombang III 2020 Diminta Berkontribusi pada Pendidikan Bangsa
Wisudawan UPI Gelombang III 2020 Diminta Berkontribusi pada Pendidikan Bangsa
Univ Pendidikan Indonesia
Sumbang Pemikiran untuk Pembangunan Pendidikan Indonesia, UPI Kukuhkan 8 Guru Besar
Sumbang Pemikiran untuk Pembangunan Pendidikan Indonesia, UPI Kukuhkan 8 Guru Besar
Univ Pendidikan Indonesia