Pentingnya Pola Asuh Responsif bagi Anak, Orangtua Wajib Tahu

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Selasa, 12 April 2022
Pola asuh yang dilakukan orangtua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kondisi anak-anak hingga mereka dewasa. (DOK. Tanoto Foundation) Pola asuh yang dilakukan orangtua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kondisi anak-anak hingga mereka dewasa.

KOMPAS.com – Pola asuh merupakan salah satu kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi orangtua. Sebab, pola asuh berperan besar terhadap tumbuh kembang anak, bahkan mempengaruhi kondisinya hingga usia dewasa.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah menerapkan pengasuhan responsif atau tanggap terhadap kebutuhan dasar anak usia dini. Pola asuh ini termasuk mengamati dan merespons gerak tubuh, suara, dan permintaan anak.

Pola asuh responsif berperan dalam memberikan perlindungan dari bahaya yang mengancam fisik dan pemenuhan asupan bergizi, mengenali dan merespons sakit yang diderita anak, membantu memperkaya proses belajar anak, serta membangun kepercayaan anak dalam melakukan interaksi sosial.

Pada masa awal kehidupannya, anak yang masih belajar berbicara lebih banyak berhubungan dengan orangtua melalui ekspresi berupa pelukan, kontak mata, senyuman, vokalisasi, dan gerak tubuh.

Interaksi yang menyenangkan antara anak dan orangtua akan membentuk ikatan emosional yang membantu anak dalam memahami orang lain dan dunia di sekitarnya, melakukan interaksi sosial, dan proses mempelajari bahasa.

Baca juga: Tanoto Foundation Libatkan Masyarakat untuk Cari Solusi Masalah Stunting di Indonesia

Senior Early Child Education and Development (ECED) Specialist Tanoto Foundation Fitriana Herarti mengatakan, orangtua atau pengasuh perlu melakukan interaksi dengan anak sejak dini.

“Meskipun anak belum dapat berbicara, komunikasi dengan anak dapat berupa celotehan sambil menatap mata anak atau kontak fisik, seperti pelukan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (11/4/2022).

Interaksi tersebut, kata dia, akan merangsang otak anak untuk berkembang secara optimal. Selain itu, semakin tinggi frekuensi rangsangan itu, semakin baik pula pengaruhnya kepada anak.

"Tak hanya itu, orangtua dan pengasuh anak usia dini juga  berperan besar dalam pemberian stimulasi bagi perkembangan motorik, emosi, dan kognitif anak," imbuh Fitriana.

Ia melanjutkan, orangtua yang responsif adalah mereka yang mampu mengamati isyarat-isyarat dari perilaku anak, menerjemahkan perilaku tersebut ke dalam kebutuhan dan keinginan anak, serta memberikan respons secara konsisten, tepat, dan efisien.

Baca juga: Forum Nasional Stunting 2021, Wapres Maruf Minta Daerah Kuatkan Komitmen Penurunan Stunting

“Ketika orangtua secara responsif dan konsisten melakukan interaksi dua arah dan mengekspresikan cinta kepada anak, akan terbentuk kelekatan emosional antara orangtua dan anak,” jelas Fitriani.

Untuk menjadi orangtua yang responsif sekaligus memberikan kesempatan untuk pembelajaran pada anak sejak dini, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Lebih banyak mengekspresikan cinta dan kasih sayang.
  • Tunjukkan kepercayaan daripada mengkritik semua perilaku anak.
  • Berikan pujian pada anak saat melakukan perilaku yang baik.
  • Tumbuhkan kepercayaan diri anak dengan memperbanyak waktu bicara dengan anak dan menikmati semua kegiatan bersamanya.
  • Memahami tonggak perkembangan anak di setiap tahapan usianya.
  • Hal ini akan membantu mengarahkan orang tua dalam memberikan stimulasi pada anak, baik pada aspek motorik, bahasa, kognisi, maupun sosial emosional.
  • Perbanyak waktu bersama anak dan libatkan anak dalam setiap kegiatan sehari-hari dalam keluarga.

Selain tips mengenai pengasuhan responsif tersebut, ketahui pula informasi mengenai cara membentuk kelekatan (bonding) dengan anak usia dini dan beragam tips seputar parenting lainnya melalui laman SIGAP (sigap.tanotofoundation.org).

Baca juga: 4 Cara Menstimulasi Kebiasaan Hidup Sehat pada Anak

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Pemprov DKI Jakarta Optimalkan Layanan Digital untuk Cegah Stunting
Pemprov DKI Jakarta Optimalkan Layanan Digital untuk Cegah Stunting
Tanoto Foundation
Gandeng UNICEF Indonesia, Tanoto Foundation Gelontorkan Rp 33,5 Miliar untuk Turunkan Stunting
Gandeng UNICEF Indonesia, Tanoto Foundation Gelontorkan Rp 33,5 Miliar untuk Turunkan Stunting
Tanoto Foundation
BKKBN Gandeng Tanoto Foundation dan Mitra Lain untuk Bantu Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting di Indonesia
BKKBN Gandeng Tanoto Foundation dan Mitra Lain untuk Bantu Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting di Indonesia
Tanoto Foundation
Webinar Generasi Bebas Stunting: Manajemen Data Kunci Kebijakan Penurunan Stunting
Webinar Generasi Bebas Stunting: Manajemen Data Kunci Kebijakan Penurunan Stunting
Tanoto Foundation
Targetkan Stunting Turun 12 Persen pada 2026, Pemprov Sulut Fokus di 15 Kabupaten/Kota
Targetkan Stunting Turun 12 Persen pada 2026, Pemprov Sulut Fokus di 15 Kabupaten/Kota
Tanoto Foundation
7 Cara Kenalkan Literasi kepada Anak Usia Dini Sesuai Tahap Perkembangan
7 Cara Kenalkan Literasi kepada Anak Usia Dini Sesuai Tahap Perkembangan
Tanoto Foundation
Tekan Stunting, Kemensos dan Tanoto Foundation Latih 14.621 Pendamping Sosial PKH
Tekan Stunting, Kemensos dan Tanoto Foundation Latih 14.621 Pendamping Sosial PKH
Tanoto Foundation
Rumah Anak SIGAP Bantu Penurunan Stunting di Jateng, Ganjar Beri Apresiasi untuk Tanoto Foundation
Rumah Anak SIGAP Bantu Penurunan Stunting di Jateng, Ganjar Beri Apresiasi untuk Tanoto Foundation
Tanoto Foundation
Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, Tanoto Foundation Gelar Webinar Nasional
Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, Tanoto Foundation Gelar Webinar Nasional
Tanoto Foundation
Bolehkah Calistung Jadi Syarat Masuk SD? Dosen Ini Berikan Penjelasan
Bolehkah Calistung Jadi Syarat Masuk SD? Dosen Ini Berikan Penjelasan
Tanoto Foundation
Tekan Masalah Stunting di Indonesia, Bank Dunia Didukung Berbagai Lembaga Luncurkan Buku
Tekan Masalah Stunting di Indonesia, Bank Dunia Didukung Berbagai Lembaga Luncurkan Buku
Tanoto Foundation
Sering Beda Opini? Berikut Tips Kompak Mengasuh Anak dengan Kakek-Nenek
Sering Beda Opini? Berikut Tips Kompak Mengasuh Anak dengan Kakek-Nenek
Tanoto Foundation
Tanoto Foundation dan UNICEF Ingatkan Orangtua Pentingnya Vaksin bagi Anak
Tanoto Foundation dan UNICEF Ingatkan Orangtua Pentingnya Vaksin bagi Anak
Tanoto Foundation
Benarkah Perempuan Lebih Piawai Mengurus Anak Ketimbang Laki-laki?
Benarkah Perempuan Lebih Piawai Mengurus Anak Ketimbang Laki-laki?
Tanoto Foundation