Dunia Pendidikan Hadapi Derasnya Perubahan, Rektor Prasmul Kenalkan Konsep Fundamental Resetting

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Selasa, 6 September 2022
Pemandangan kampus Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul). 
DOK. Humas Universitas Prasetya Mulya Pemandangan kampus Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul).

KOMPAS.comRektor Universitas Prasetiya Mulya ( Prasmul) Djisman Simandjuntak menyoroti tentang peran dunia pendidikan dalam mendukung penyediaan talenta yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Menurutnya, perusahaan science based yang besar dan tumbuh di Indonesia masih sangat sedikit. Padahal hidup semua orang semakin tergantung pada teknologi.

“Karena itu, kita harus bisa menggerakkan siswa-siswa Indonesia untuk memilih pembelajaran yang mengarah ke kewirausahaan. Minyak bumi, gas, hutan habis, overfishing terjadi di mana-mana,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (5/9/2022).

Dia menegaskan, pilihan semua pihak tidak lain adalah membangun bisnis-bisnis yang berbasis ilmu pengetahuan.Terlebih, dunia pendidikan juga menghadapi tantangan sangat serius dalam menghadapi derasnya perubahan di berbagai belahan dunia.

Terkait hal itu, Djisman menyampaikan konsep fundamental resetting dalam dunia pendidikan untuk menjawab tantangan perubahan.

Baca juga: Dosen Universitas Prasmul Rancang Sistem Pangan Berkelanjutan Melalui Haltrack

Konsep itu juga diangkat dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Universitas Prasmul yang jatuh pada 6 September dengan tema “Embarking Fundamental Resetting”.

“Konsep fundamental resetting adalah perubahan mendasar sebagai upaya menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat,” ungkapnya.

Dia memaparkan, konsep itu bisa menjadi salah satu upaya untuk menjawab masalah perubahan iklim, perubahan demografi dengan kemunculan generasi penerus yang kian adaptif terhadap kemajuan teknologi, perubahan teknologi yang terus melaju kencang, hingga perubahan geopolitik dan ekonomi ketika kekuatan ekonomi global telah bergeser ke wilayah Asia.

“Melalui konsep fundamental resetting ini, Universitas Prasmul, melalui pelayanan utamanya di bidang pendidikan akan terus menggerakkan aneka kolaborasi berbasis keilmuan,” katanya. 

Hal tersebut sesuai dengan budaya yang ada di lingkungan Universitas Prasmul. Pasalnya sejak didirikan hingga berusia 40 tahun, kolaborasi atau semangat gotong-royong sudah menjadi budaya di lembaga pendidikan ini.

Baca juga: Keberhasilan Alumnus Prasmul Cetak Fashion Lokal Kualitas Unggulan

Aneka kolaborasi itu bertujuan menjadikan para sarjana lulusan Prasmul memiliki kekuatan dalam keahlian bekerja sama, memiliki kemauan kuat, mentalitas pantang menyerah, serta attention to details (perhatian terhadap detail).

“Di Universitas Prasmul, melalui semangat kolaborasi, kami memadukan rumpun ilmu sosial dengan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) sebagai prakarsa untuk memecahkan aneka persoalan kehidupan,” tambah Djisman yang juga menjabat sebagai Lead Co-Chair of Think 20 (T20), grup keterlibatan resmi Group of Twenty (G20).

Sebagai informasi, T20 bertanggung jawab untuk menghubungkan dan berkolaborasi dengan think tank regional dan internasional dan memberikan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian kepada G20. 

Adaptasi kemampuan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Harris Turino mengatakan, kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman menjadi karakter sangat penting yang harus dimiliki sumber daya manusia (SDM) saat ini.

Baca juga: Berbekal Niat Bantu Petani, Alumnus Prasmul Ini Sukses Masuk Forbes 30 Under 30 Asia

“Pandemi Covid-19 mengajarkan kita bahwa kemampuan beradaptasi yang cepat menentukan peluang keberhasilan kita menghadapi ketidakpastian,” terangnya.

Harris juga menyebutkan, karakter lain yang perlu dimiliki SDM saat ini adalah resiliensi. Dengan resiliensi, individu yang punya kelebihan dalam sensing, seizing, dan reconfiguring akan lebih mampu bertahan sekaligus bangkit lebih cepat serta pulih lebih kuat selama masa pandemi maupun pascapandemi.

“Berbagai kemampuan itu juga perlu diperkuat dengan keahlian berkolaborasi. Hal ini mutlak dibutuhkan dalam menghadapi turbulensi zaman, seperti pandemi,” sebutnya.

Sementara itu, Regional Managing Director PT Mayora Indah Tbk Maspiyono Handoyo mengatakan, penyiapan SDM dengan berbagai keahlian dan karakteristik tersebut tetap diperlukan kendati saat ini perekonomian domestik maupun global tengah mengalami perlambatan.

“Saat ini, perekrutan tenaga kerja baru mungkin berkurang akibat adanya perlambatan ekonomi pada masa pemulihan,” katanya.

Baca juga: Tips Karier Progresif Jadi Direktur di Usia Muda ala Alumnus Prasmul

Namun, kata Maspiyono, siklus tersebut pada akhirnya akan berakhir dan perekonomian akan kembali pulih dan bangkit.

“Dengan situasi tersebut, perusahaan pun nantinya akan kembali merekrut tenaga-tenaga kerja baru, seiring dengan pertumbuhan usaha,” ujarnya.

Kemampuan berwirausaha

Dalam situasi yang serba tak pasti tersebut, hal penting lain yang perlu dimiliki individu adalah keahlian dan kemampuan berwirausaha.

Wakil Ketua Umum Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Juan Permata mengatakan, keahlian berwirausaha tersebut menjadi relevan dalam situasi perlambatan ekonomi.

Pasalnya, situasi bisa berubah dengan cepat dan sektor usaha tertentu harus mengurangi jumlah karyawannya.

Baca juga: Ragam, Cara Sekolah Bisnis dan Ekonomi Prasmul Mengolah Rasa

“Individu dengan jiwa wirausaha dapat mencari peluang baru untuk bertahan di tengah gejolak perekonomian,” ungkapnya.

Bahkan, kata Juan, sosok dengan jiwa wirausaha bisa menjadi solusi karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk banyak orang. Hal ini juga akan sangat membantu mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Perusahaan riset Kantar mencatat, 27 persen alumni Universitas Prasmul terjun menjadi wirausaha. Angka ini cenderung tinggi dibandingkan jumlah rata-rata alumni kampus di tingkat nasional.

Salah satu bentuk perubahan yang telah dilakukan Prasmul untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman adalah dengan memperluas portofolio layanan ke bidang STEM atau sains, teknologi, engineering (rekayasa), dan matematika terapan.

“Alasan transformasi ini adalah munculnya peradaban dunia yang berlandaskan kepada bidang STEM yang kompleks dan kolaboratif,” kata Juan.

Baca juga: Berkat Passion Kuat di Bidang Marketing, Alumnus Prasmul Ini Jadi Incaran Banyak Startup

Saat ini, penguasaan bidang STEM mutlak diperlukan agar Indonesia bisa mendapatkan tempat terhormat di dunia.

Juan menambahkan, kehadiran pandemi telah mendorong para pelaku industri untuk terus mencari talenta-talenta berkualitas, inovatif, dan kreatif.

Menurutnya, kehadiran pandemi Covid-19, juga menciptakan kebutuhan akan SDM dengan keahlian dan karakter tertentu. Salah satu keahlian yang paling dibutuhkan saat ini adalah pemahaman akan teknologi.

“Transformasi digital menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk tidak tergerus dampak pandemi. Karena itu, dunia usaha sangat membutuhkan tenaga kerja yang dapat mendukung transformasi tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data Kadin, selama pandemi Covid-19 berlangsung, transformasi digital di berbagai tingkatan telah membantu pelaku usaha bertahan.

Di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), misalnya, sebanyak 12,5 persen pelaku UMKM tidak merasakan dampak pandemi berkat penerapan aneka strategi digital.

Baca juga: Ingin Belajar ke Luar Negeri? Mahasiswa Prasetiya Mulya Bagikan Tipsnya

Bahkan 27,6 persen UMKM Indonesia mencatatkan peningkatan penjualan.

“Data ini memperlihatkan pentingnya pemahaman teknologi dalam pengembangan usaha,” terang Juan.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Perangi Sampah Makanan, Prasmul Gandeng Sejumlah Kampus Bentuk Konsorsium In2Food
Perangi Sampah Makanan, Prasmul Gandeng Sejumlah Kampus Bentuk Konsorsium In2Food
Universitas Prasetiya Mulya
Pentingnya Raih Pendidikan Tinggi untuk Persiapan Masa Depan
Pentingnya Raih Pendidikan Tinggi untuk Persiapan Masa Depan
Universitas Prasetiya Mulya
Dosen Universitas Prasmul Rancang Sistem Pangan Berkelanjutan Melalui Haltrack
Dosen Universitas Prasmul Rancang Sistem Pangan Berkelanjutan Melalui Haltrack
Universitas Prasetiya Mulya
Keberhasilan Alumnus Prasmul Cetak Fashion Lokal Kualitas Unggulan
Keberhasilan Alumnus Prasmul Cetak Fashion Lokal Kualitas Unggulan
Universitas Prasetiya Mulya
Lewat Digital Blended Learning, Universitas Prasmul Siap Gelar PTM
Lewat Digital Blended Learning, Universitas Prasmul Siap Gelar PTM
Universitas Prasetiya Mulya
Eksis Selama Pandemi, Svara Prasetiya Raih Gold Medal di 2nd World Virtual Choir Festival
Eksis Selama Pandemi, Svara Prasetiya Raih Gold Medal di 2nd World Virtual Choir Festival
Universitas Prasetiya Mulya
Horizon Radio, Media Hiburan Asyik Anak-anak Prasmul
Horizon Radio, Media Hiburan Asyik Anak-anak Prasmul
Universitas Prasetiya Mulya
Ingin Belajar ke Luar Negeri? Mahasiswa Prasetiya Mulya Bagikan Tipsnya
Ingin Belajar ke Luar Negeri? Mahasiswa Prasetiya Mulya Bagikan Tipsnya
Universitas Prasetiya Mulya
Program S3 Manajemen dan Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya, Apa Saja Keunggulannya?
Program S3 Manajemen dan Kewirausahaan Universitas Prasetiya Mulya, Apa Saja Keunggulannya?
Universitas Prasetiya Mulya
Wisuda Prasmul, Rektor Djisman Minta Wisudawan Jadi Pelopor Gaya Hidup Baru di Masyarakat
Wisuda Prasmul, Rektor Djisman Minta Wisudawan Jadi Pelopor Gaya Hidup Baru di Masyarakat
Universitas Prasetiya Mulya
Universitas Prasmul Wisuda 1.022 Mahasiswa, Ada Lulusan Perdana dari 7 Prodi Baru
Universitas Prasmul Wisuda 1.022 Mahasiswa, Ada Lulusan Perdana dari 7 Prodi Baru
Universitas Prasetiya Mulya
Universitas Prasetiya Mulya Ajak Lulusan Perkuat Persepsi Sains Positif
Universitas Prasetiya Mulya Ajak Lulusan Perkuat Persepsi Sains Positif
Universitas Prasetiya Mulya
AIESEC Prasmul Bawa Sukarelawan ke Luar Negeri, Apa Saja Kegiatannya?
AIESEC Prasmul Bawa Sukarelawan ke Luar Negeri, Apa Saja Kegiatannya?
Universitas Prasetiya Mulya
Prasmul Jadi Salah Satu Perguruan Tinggi yang Paling Banyak Menangkan Kompetisi Wirausaha
Prasmul Jadi Salah Satu Perguruan Tinggi yang Paling Banyak Menangkan Kompetisi Wirausaha
Universitas Prasetiya Mulya